Isu Politik Balas Budi Masih Menjadi Tantangan Berat Reformasi ASN

- 14 Januari 2022, 09:53 WIB
Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Agus Pramusinto
Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Agus Pramusinto /kasn.go.id/VoxTimor

VOX TIMOR - Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Agus Pramusinto, menyebut, kesuksesan pembangunan sebuah negara sangat bergantung kepada kualitas kebijakan publiknya.

Untuk itu, diperlukan reformasi kebijakan guna meningkatkan berbagai kebijakan publik, salah satu yang sangat penting adalah reformasi ASN. 

Dikutip Vox Timor dari laman resmi kasn.go.id. Agus Pramusinto menyebut, lahirnya Undang-undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 sejatinya telah membawa perubahan positif dalam manajemen ASN.

Baca Juga: Istri dari Egidio Manek, Melanggar Hukum Keimigrasian Timor Leste dan Indonesia

Dengan dibentuknya KASN, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di setiap instansi pemerintah sebisa mungkin berlangsung terbuka dan bebas intervensi politik.

KASN sebagai lembaga nonstruktural saat ini bertugas mengawasi 719 instansi pemerintah yang terdiri dari 34 kementerian, 31 lembaga pemerintah non kementerian, 34 provinsi, dan 514 kabupaten/kota.

Baca Juga: Imigrasi Indonesia Beri Atensi Soal Juliana Dos Santos Melintas ke Timor Leste Secara Ilegal

Sementara itu, jumlah JPT di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 20.000, baik dari eselon 1 maupun eselon 2. 

"Dengan Undang-undang tersebut, pengisian JPT dilakukan dengan terbuka, selektif, dan kompetitif, dengan melibatkan panitia seleksi independen. Kriterianya didasarkan kepada kompetensi, kinerja, dan kualifikasi. Kepala daerah atau menteri sebagai pejabat politik tidak boleh mengintervensi proses seleksi, meski masih diberikan kewenangan untuk memilih satu dari tiga terbaik yang diajukan panitia seleksi," terang Ketua KASN dalam Workshop yang juga dihadiri Sekretaris Eksekutif Komisi Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional (KPRBN) Prof. Eko Prasojo, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Direktur Eksekutif Korea Research Initiatives (KRI) UNSW Seung Ho Kwon, Presiden Korea Foundation Geun Lee, Prof Mark Turner dari KRI, dan lainnya, Kamis 13 Januari 2022.

Halaman:

Editor: Oktavianus Seldy Berek


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah