Apa Masalahnya! Partai Ummat Gugat KPU

- 16 Desember 2022, 19:11 WIB
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais diwawancarai wartawan saat mendaftarkan partainya ke KPU RI di Jakarta, Jumat, 12 Agustus 2022
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais diwawancarai wartawan saat mendaftarkan partainya ke KPU RI di Jakarta, Jumat, 12 Agustus 2022 /Arif Rahman/Jurnalmedan.com

VOX TIMOR - Partai Ummat melapor ke Bawaslu RI terkait sengketa proses pemilihan umum usai tidak lolos menjadi partai politik peserta Pemilu 2024. Partai Ummat membawa dokumen setebal 114 halaman.

"Yang pasti ini adalah upaya kami secara serius memperjuangkan Partai Ummat untuk membuktikan bahwa partai ini bukan hanya memenuhi syarat, tapi layak sebagai peserta Pemilu 2024," kata Ketua Tim Advokasi Hukum Partai Ummat Denny Indrayana di Jakarta Jumat.

Partai Ummat mendatangi Bawaslu pada Jumat pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Orangtua tentang OCD Pada Anak

Kehadiran secara resmi memulai proses pengajuan permohonan gugatan sengketa proses Pemilihan Umum 2024.

"Pengumuman hasil verifikasi faktual oleh KPU, dan dianggap tidak memenuhi syarat oleh KPU Republik Indonesia, kami dengan tegas menyatakan keputusan itu keliru," kata dia.

Oleh karena itu, menurut Denny Partai Ummat menggunakan hak konstitusional mereka untuk mengajukan keberatan dan mengajukan sengketa proses Pemilihan Umum 2024.

"Kami ajukan hari ini dan dalam keberatan kami paparkan dari dalilnya, ada 114 halaman. Kami tentu tidak hanya datang dengan permohonan saja ,dengan keberatan saja, tapi kami juga menghadirkan bukti-bukti," kata Denny.

Baca Juga: Kabar Kembira Nih! Honorer Bisa Langsung Diangkat Menjadi PNS

Partai Ummat menurut dia tentunya melengkapi laporan sengketa dengan bukti yang menguatkan, serta dalil argumen hukum.

"Jadi kalau dikatakan misalnya di wilayah ini tidak memenuhi syarat anggotanya kurang dan seterusnya, maka kami hadirkan tidak hanya KTP, KTA, tapi juga video untuk membuktikan bahwa tidak memenuhi syarat itu adalah verifikasi yang salah," ujarnya.***

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Oktavianus Seldy Berek


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah