Waduh, Mariah Carey Digugat Seorang Penulis Lagu Terkait Lagu All I Want for Christmas Is You Sum

- 5 Juni 2022, 09:16 WIB
Mariah Carey.
Mariah Carey. /REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo

VOX TIMOR - Penyanyi Mariah Carey digugat oleh Andy Stone, salah satu penulis lagu All I Want for Christmas Is You (1994).

Stone mengajukan gugatan di Pengadilan Federal New Orleans, dan menuntut ganti rugi sebanyak USD 20 juta.

Penulis lagu tersebut mengatakan dia ikut menulis lagu dengan judul yang sama lima tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ketua Komisi l DRRD Malaka Desak Pj dan Mantan Pj Desa Saenama Segera Salurkan BLT

Dalam pengaduan yang diajukan di pengadilan federal New Orleans, Andy Stone meminta ganti rugi setidaknya 20 juta dolar AS dari Carey, rekan penulisnya dan Sony Music Entertainment atas penyalahgunaan dan pelanggaran hak cipta, di antara tuntutan lainnya.

Stone, yang manggung sebagai Vince Vance di band pop country Vince Vance & the Valiants, menuduh para terdakwa secara ilegal mengeksploitasi "popularitas dan gaya uniknya" dan menciptakan kebingungan dengan merekam lagu versi baru tanpa izinnya.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Tidak Suka Dikontrol dan Diperintah Orang Lain

"All I Want for Christmas Is You" adalah lagu ke-19 milik Carey yang menduduki nomor satu di Billboard Hot 100. Ia hanya berselisih satu lagu dari rekor yang dipegang The Beatles.

Stone mengklaim lagu ciptaannya dengan judul yang sama juga 'diputar secara ekstensif' selama musim natal 1993, dan juga muncul di tangga lagu Billboard.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi ASN, Ini Penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Soal Pembayaran Gaji Ke-13

Dari gugatan tersebut, tidak jelas kapan Stone pertama kali mengetahui tentang lagu Carey.

Berdasarkan pengaduan itu, pengacara Stone pertama kali menghubungi para terdakwa pada April 2021 tentang dugaan penggunaan tidak sah, tetapi tidak dapat mencapai kesepakatan apa pun.

Baca Juga: Honorer Dihapus dan Siap-siap CPNS-PPPK, Begini Instruksi Menpan RB ke Pejabat Kepegawaian

Juru bicara Carey dan Sony Music tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Sama halnya dengan pengacara Stone yang tidak segera menanggapi permintaan komentar tambahan.***


 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Oktavianus Seldy Berek


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah