Terbaru! Komnas HAM Bilang 3 Pelaku Penembak Yoshua, Dugaan Lama Nyonya Putri Sambo Diperkosa

- 4 September 2022, 11:40 WIB
Apa Itu Extra Judicial Killing? Pembunuhan di Luar Proses Hukum yang Disebut Komnas HAM di Kasus Brigadir J
Apa Itu Extra Judicial Killing? Pembunuhan di Luar Proses Hukum yang Disebut Komnas HAM di Kasus Brigadir J /PortalJember/Nalendra Yogeswara/

VOX TIMOR - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM menuai kritik dari berbagai kalangan terkait kasus penanganan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

HAM mulai tak imparsial dalam menangani kasus Ferdy Sambo. Ini terlihat dari gaya penyajian hasil investigasi, rekomendasi sampai statmen-statmen yang disampaikan di media.

Terbaru Ketua Komnas HAM Taufan Damanik berdasarkan hasil uji balistik, jumlah penembakan 3 orang tersebut kemungkinan berdasarkan besar lubang peluru di tubuh almarhum Brigadir J.

Baca Juga: TERBONGKAR! Kaka Kandung Ariel Noah Mulai Berani Bongkar Skenario Ferdy Sambo

“Kalau kita lihat dari besarnya lubang peluru yang ada dan juga hasil balistik yang telah kita lakukan. Itu yang kemudian saya sebut bisa jadi tiga orang pelakunya,” kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, Sabtu 3 September 2022.

Taufan menjelaskan bahwa ada perbedaan keterangan antara Irjen Ferdy Sambo dengan Bharada E terkait pelaku penembakan. Karena itu Taufan meminta penyidik perlu mencari bukti pendukung lainnya untuk membuat terang terkait jumlah pelaku penembakan ini.

“Kaitan dengan tiga penembak, siapa yang penembak itu, pihak FS bilang itu cuma Bharada E. Tapi kalau kata Bharada E bukan cuma dia, maka bisa jadi saja ini tiga orang,” ucapnya.

Baca Juga: Bahu Jalan di Kelurahan Satar Tacik Jadi Tempat Pembuangan Sampah

“Apa tidak mungkin misalnya penembaknya tiga orang? Poin utamanya adalah meminta penyidik mencari bukti-bukti pendukung yang kuat selain keterangan,” kata Ketua Komnas HAM yang berasal dari Simalungun Sumut ini.

Halaman:

Editor: Oktavianus Seldy Berek

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah