Demo Tolak Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Berlanjut di Jakarta, Pendemo Ditegur Sandiaga Uno

- 8 Agustus 2022, 20:04 WIB
Mahasiswa dan aktivis NTT di Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Labuan Bajo Menggugat  Demo di Kemenparekraf
Mahasiswa dan aktivis NTT di Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Labuan Bajo Menggugat Demo di Kemenparekraf /Saat Ditemui Sandiaga Uno/Tim

Tak lama setelah aksi dimulai, Menparekraf Sandiaga turun dari mobil lalu menemui para demonstran.

Dirinya mendengarkan aspirasi massa sebentar lalu menegur massa agar memindahkan aksi ke Monas.

"Ini ada di pusat keramaian. Ini bukan tempat (demo) juga. Biasanya di Monas Barat. Ini melanggar aturan," kata Sandiaga.

Baca Juga: Jacob Ereste: Pada 10 Suro itu Berkah & Mukjizat Allah Banyak Ditaburkan dari Langit Ke Bumi

Lebih lanjut Sandiaga berjanji untuk menerima massa berdiskusi bersama staf Kemenparekraf.

Sandiaga juga mengajak massa mendengarkan konferensi pers bersama wartawan yang akan digelar pukul 16.00 WIB.

"Saya terima di dalam tapi disiapkan apa yang mau disampaikan dan nanti staf saya yang menerima. Nanti bisa mendengar briefing kita sekitar pukul 16:00 WIB tentang kesan pemerintah mengenai penundaan kenaikan tarif ini," ujarnya.

"Jadi saya ucapkan terima kasih. Tolong membubarkan diri supaya tidak membuat keramaian demi ketertiban kita," sambungnya.

Baca Juga: Jacob Ereste: Pada 10 Suro itu Berkah & Mukjizat Allah Banyak Ditaburkan dari Langit Ke Bumi

Menanggapi ucapan Sandiaga, massa bergeser menjadi berdemo di depan Monas.

Koordinator Lapangan Aliansi Labuan Bajo Menggugat, Martinus Soni Candra menyampaikan apresiasinya karena Sandiaga mau diajak berdiskusi.

"Pak Menteri Sandiaga Uno sempat menyamperi massa aksi. Dia menyampaikan akan memberikan ruang sebentar untuk beraudiensi dan bertukar pikiran dengan teman-teman mahasiswa Aliansi Labuan Bajo. Kami sangat berterima kasih karena harapan kami, apa yang kami sampaikan, kami datang dengan membawa kajian dan analisis sehingga data yang kami punya bisa beradu dengan data kementerian," katanya.

Baca Juga: Kesaksian Bharada E Soal Ferdy Sambo Pegang Pistol Sudah Dituangkan Dalam BAP?

Aliansi Labuan Bajo Menggugat dalam orasinya menyampaikan bahwa konservasi yang selama ini dicanangkan pemerintah tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Menurut mereka, lingkungan komodo justru semakin rusak.

Sementara itu dengan ditundanya penerapan tarif masuk TN Komodo Rp 3,75 juta sampai 1 Januari 2023, Martinus berharap masyarakat dan pelaku wisata di Labuan Bajo dilibatkan dalam diskusi.

Baca Juga: Kesaksian Bharada E Soal Ferdy Sambo Pegang Pistol Sudah Dituangkan Dalam BAP?

"Harus ada keterlibatan masyarakat Komodo dan Labuan Bajo agar ada keterbukaan. Ada sumbangsih masyarakat dan aktivis dalam merancang harga tiket," tegas Martinus Soni Candra.***


Halaman:

Editor: Frederico Da Costa

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah