UPKM/CD Bethesda YAKKUM Gelar Pelatihan Konseling KB Pasca Persalinan untuk Bidan Desa

- 10 September 2022, 12:57 WIB
 Manager UPKM/CD Bethesda Area Malaka, Hany Pesik
Manager UPKM/CD Bethesda Area Malaka, Hany Pesik /Fecos /Vox Timor

VOX TIMOR - Lembaga UPKM/CD Bethesda YAKKUM beri pelatihan konseling Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan untuk bidan desa di Kabupaten Malaka. Pelatihan ini diikuti Bidan Desa dampingan yakukum dari dua Kecamatan, yakni Kecamatan Wewiku dan Laenmane. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari (09-11 September 2022), dan pelatihan ini datangkan fasilitator dari Jakarta.

Ada sebanyak 10 Desa dampingan CD Bethesda YAKKUM perwakilan bidan desa dari kedua kecamatan ini yang mengikuti pelatihan konseling KB, dengan masing-masing 5 Desa perwakilan dari per kecamatan di wilayah puskesmas Weoe dan puskesmas Uabau.

Manager UPKM/CD Bethesda Area Malaka, Heny Pesik, disela-sela kegiatan yang berlangsung di Hotel Ramayan Betun, Ibukota kabupaten Malaka (Jumat, 10 September 2022) kepada Vox Timor mengatakan, tujuan dari kegiatan konseling ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan bagi tenaga bidan.

Baca Juga: Liga Tiga NTT: PS Malaka Masih Tetap Tangguh, Persami Pimpin Group A

"Supaya mereka lebih memiliki, konseling berimbang, dimana tidak lagi didominasi oleh tenaga kesehatan yang memaksa atau mendorong klien untuk menggunakan KB, tetapi sama-sama mendiskusikan tentang pilihan KB dengan konsekuensinya dan lebih tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dari klien baik itu pasca persalinan maupun bagi pasangan usia subur", jelasnya.

Heny menjelaskan, pelatihan konseling hari ini, diperkenalkan dengan aplikasi produk Klop KB untuk dipakai sebagai media konseling yang mana mulai dari pra penggunaan alat KB hingga sampai pada pemilihan penggunaan alat KB.

Baca Juga: Terbongkar Lagi, Nyonya Sambo Gunakan Tameng Bayi Adopsi Untuk Tidak Ditahan Polisi

Produk Klop KB itu, Jelas Heny, hanya media aplikasi untuk menuntun bidan melakukan konseling kepada sasaran secara partisipatif dan konseling itu melalui tahap-tahap dengan batas waktu yang sesuai yang cocok dengan sasaran berdasarkan keputusan bersama dan berimbang dan juga berdasarkan kondisi riil yang sedang dialami oleh sasaran.

"Misalnya ketika sasaran ditanyai sasaran ingin punya anak atau tidak lagi, kalau dia bilang sudah tidak ingin punya anak lagi, maka kita tidak usah bicara lagi KB kondom, KB suntik, tapi langsung MOW atau MOP (steril)," jelasnya.

Halaman:

Editor: Frederico Da Costa


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah