Israel Tak Bisa Klaim Bela Diri Serang Warga Palestina

- 11 April 2023, 23:36 WIB
Warga Israel menari dengan bendera di dekat gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem pada 15 Juni 2021.
Warga Israel menari dengan bendera di dekat gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem pada 15 Juni 2021. /Reuters/Ronen Zvulun/

VOX TIMOR - PBB mennyebut, Israel tak bisa klaim membela diri dalam menyerang warga Palestina usai rentetan peluncuran roket dari berbagai area dan serangan mematikan.

Pelapor khusus PBB untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza, Francesca Albanese juga mengaku sedih usai muncul korban tewas di wilayah pendudukan Palestina dan Israel.

Namun, ia tak menyebut secara rinci rentetan roket baru-baru ini atau serangan teror yang membuat dua perempuan bersaudara dari Israel tewas di Tepi barat.

Baca Juga: Sikap Gubernur Bali Tolak Israel Dalam World Beach Games 2023 Dinilai Berlebihan

"Terutama pada saat yang seharusnya damai bagi semua, orang Kristen, Yahudi, Muslim," ungkap Albanese pada Sabtu 8 April 2023, seperti dikutip The Times of Israel.

Pasukan Israel mengklaim dua orang itu tewas usai ditembaki di dalam mobil saat melintas di persimpangan Hamra.

Sementara itu, pekan lalu, puluhan roket dari Suriah, Gaza, hingga Libanon ramai-ramai mengeroyok Israel buntut serangan mereka di Masjid Al Aqsa.

Baca Juga: Dituntut 4 Tahun Penjara! Mario Dandy dan Shane Saling Serang di Persidangan, Stres dan Teriak-teriak di Sel

"Israel punya hak untuk membela diri, tetapi tak bisa mengklaimnya saat menyangkut orang-orang yang ditindas atau tanahnya dijajah," kata Albanese lagi.

Albenese secara rutin menyebut upaya Israel menaklukkan Palestina sebagai penjajahan. Ia juga mengatakan Israel, satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab atas semua perselisihan.

Belakangan, Dewan Hak Asasi Manusia PBB berulang kali melancarkan kritik Israel selama sepekan terakhir.

Baca Juga: Dituntut 4 Tahun Penjara! Mario Dandy dan Shane Saling Serang di Persidangan, Stres dan Teriak-teriak di Sel

Beberapa kritik itu menyoroti aksi pasukan Israel yang mengusir jemaah dari Masjid Al Aqsa.

Kantor Sekretaris Jenderal PBB dan Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah menyatakan keprihatinan soal aktivitas Israel di Al-Aqsa dan serangan roket dalam pernyataan baru-baru ini.

Namun, Israel dan Amerika Serikat mengkritik Majelis Umum PBB dan Dewan HAM PBB karena dianggap berat sebelah mengenai konflik tersebut.

Israel juga menuduh Palestina mencoba menggunakan PBB untuk menghindari negosiasi damai.

Baca Juga: Dituntut 4 Tahun Penjara! Mario Dandy dan Shane Saling Serang di Persidangan, Stres dan Teriak-teriak di Sel

Ribut-ribut itu bermula usai pasukan Israel menyerbu Al Aqsa dan menyerang jemaah pada Rabu lalu.

Sebagai respons tindakan itu, milisi di Gaza meluncurkan roket ke wilayah selatan Israel pada Rabu dan Kamis. Roket juga muncul diduga dari milisi Palestina yang beroperasi di Libanon.

Selain itu, roket juga ditembakkan dari Suriah ke Israel.

Baca Juga: Peziarah Semana Santa di NTT Mencapai 6.000 Orang, Hotel Tak Mampu Tampung dan Biara Suster Jadi Hotel

Tak hanya duduk diam, Israel membalas serangan itu. Di Jalur Gaza, mereka meluncurkan serangan udara, sementara ke Libanon mereka mengirim roket.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Oktavianus Seldy Berek

Sumber: The Times of Israel


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x