Seleksi Calon KPID Provinsi NTT Diduga Sarat KKN, Simak Fakta - Fakta Kecurangan

- 26 September 2022, 10:49 WIB
Jabatan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepri periode 2018-2021 sudah sekitar 1,5 tahun berakhir.
Jabatan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepri periode 2018-2021 sudah sekitar 1,5 tahun berakhir. /kepripost.com/

VOX TIMOR - Proses seleksi calon Anggota atau Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTT Periode 2022-2025 didudga tidak transparan dan sarat dengan KKN .

Pasalnya, tim seleksi KPID NTT Periode 2022-2025 telah mengumumkan hasil fit and proper test calon komisioner KPID NTT periode 2022-2025 dengan nomor: 10/TIMSEL/IX/2022 tanggal 24 September 2022 yang diteken Abraham Maulaka sekalu ketua timsel.

Dari pengumuman itu diketahui ada tujuh orang yang terpilih sebagai komisioner KPID NTT Periode 2022-2025 yakni :

1. Drs. Godlief R. Poyk
2. Drs. Karobert Marsianus, Mpd
3. Deby M. Malelak, M.Hum
4. Yohanes A.R Teme
5. Andryan E. Boling, SH
6. Suzana I. Kadiwano, SH
7. Mario O. Pay Nua, S.AB

Namun dari seleksi kali ini, patut diduga tidak transparan dan sarat akan KKN. Adapun fakta-faktanya antara lain :

1. Ada calon yang lolos seleksi tidak berijazah sarjana yakni Yohanes A.R Teme. Secara akademik, Yohanes hanya berijazah SMA. (Melanggar Pasal 10 ayat 1 huruf C UU nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran juga Peraturan KPI nomor 1 tahun 2014).

Baca Juga: CPNS dan PPPK 2022 Sudah Dibuka?Sri Mulyani Siapkan Anggaran25,7 Triliun

Padahal adanya banyak calon sarjana bahkan magister dan doktor.

2. Ada sejumlah calon yang lolos seleksi memiliki kedekatan dengan timsel antara lain :

Halaman:

Editor: Oktavianus Seldy Berek


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah