Banjir Melanda Bangladesh dan India Jutaan Warga Terdampar, 59 Orang Meninggal

- 19 Juni 2022, 09:20 WIB
Ilustrasi banjir di Mamuju
Ilustrasi banjir di Mamuju /Tangkap layar

VOX TIMOR - Badai Muson menyebabkan banjir dahsyat di Bangladesh dan India, sejak Jumat 17 Juni 2022 pagi. 

Hujan tanpa henti terjadi selama seminggu terakhir dan telah membanjiri wilayah timur laut Bangladesh. 

Dilansir dari berbagai sumber, korban bertambah menjadi 59 orang tewas yang sebelumnya 41 korban.

Baca Juga: Kabar Gembira, Non-ASN Lolos Passing Grade 2021 Diprioritaskan Pada Seleksi ASN PPPK 2022

Bencana tersebut juga menyebabkan jutaan orang lainnya terdampar. 

Hampir 6 juta orang di kedua negara itu mengungsi akibat bencana tersebut dan otoritas memperingatkan bahwa situasinya bisa memburuk.

Sedikitnya 15 orang tewas di Bangladesh karena tersambar petir sejak Jumat, dan empat lainnya meninggal dalam tanah longsor, kata polisi.

Baca Juga: Lagi, Kemenkumham Layanan Publiknya Diganjar MenPAN-RB

Seorang ahli pemerintah Bangladesh menyebut banjir saat ini sebagai yang terburuk sejak 2004.

Banjir tersebut diperparah dengan limpasan akibat hujan deras di sepanjang pegunungan India.

Hujan masih turun pada Sabtu dan diperkirakan akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

Baca Juga: Kejari TTU Berhasil Selamatkan Uang Negara, Sebesar Rp 1,4 Miliar

"Sebagian besar wilayah timur laut negara ini terendam air dan situasinya semakin buruk karena hujan deras terus turun," kata Mohammad Mosharraf Hossain, administrator kepala wilayah Sylhet, Bangladesh yang dikutip dari Antara.

Hujan monsun musiman tak hanya menjadi andalan petani di Asia Selatan, tetapi juga bisa menelan korban dan memicu kerusakan setiap tahun.

Bangladesh dan India telah mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan kerusakan besar-besaran.

Baca Juga: Program Baru KPK Desa Anti Korupsi, Desa di Ende-Flores-NTT Termasuk Salah Satun Calon

Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat memicu lebih banyak bencana, khususnya di dataran rendah dan padat penduduk seperti Bangladesh.

Distrik Sunamganj yang terdampak paling parah di Bangladesh nyaris terputus dari wilayah lain di negara itu, kata Hossain.

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang yang dibantu oleh tentara fokus pada upaya penyelamatan korban yang terisolasi dan pengiriman bantuan.

Baca Juga: Kejari TTU Berhasil Selamatkan Uang Negara, Sebesar Rp 1,4 Miliar

"Ada kekurangan perahu, sehingga sulit mengungsikan orang-orang ke tempat yang lebih aman," kata dia. "Hari ini angkatan laut akan bergabung dalam upaya penyelamatan."

Tayangan televisi memperlihatkan jalan dan rel kereta api di Bangladesh terendam. Orang-orang menerobos air berwarna cokelat setinggi dada sambil membawa barang dan ternak.

Banyak sungai di Bangladesh mengalami kenaikan permukaan air ke level berbahaya, kata Arifuzzaman Bhuiyan, kepala Pusat Prakiraan dan Peringatan Banjir.

Halaman:

Editor: Oktavianus Seldy Berek

Sumber: Antara


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah