Inilah Alasan Cerdas BJ Habibie dan Sejarah Pembebasan Timor Leste dari Indonesia

- 11 September 2022, 16:29 WIB
Komitmen untuk meningkatkan ekonomi di wilayah perbatassan, Indonesia-Timor Leste perkuat kerja sama sejumlah bidang
Komitmen untuk meningkatkan ekonomi di wilayah perbatassan, Indonesia-Timor Leste perkuat kerja sama sejumlah bidang /Pixabay/OpenClipart-Vectors/

VOX TIMOR - BJ Habibie merupakan sosok negarawan yang sangat dicintai tak hanya oleh rakyat Indonesia, tetapi juga negara tetangga Timor Leste.

Habibie mendapat kehormatan. Habibie diabadikan menjadi nama jembatan di Timor Leste.

Jembatan B.J. Habibie berdiri di Desa Bidau Sant'ana dan dibangun oleh Badan Usaha Milik Negara Timor Leste dengan anggaran 3,9 juta dolar AS.

Melansir berbagai sumber, Tahun 1999 silam, Presiden Habibie kala itu memutuskan melepaskan Timor Timur dari Indonesia.

Baca Juga: Viral! Pasangan Anak Kecil Parodi Kemesraan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Dalam buku Detik-Detik yang Menentukan, Habibie mengatakan memerdekakan Timor Timur merupakan jalan yang harus dipilih.

Menurut Habibie, penyelesaian status Timor Timur melalui jalan referendum sesungguhnya sudah bertahun-tahun diajukan berbagai pihak dalam forum internasional.

Setelah 23 tahun bergabung dengan Indonesia, rakyat Timor Timur memilih menentukan jalannya sendiri.

Melalui jajak pendapat pada 30 Agustus 1999 sebanyak 78,5 persen masyarakat Timor Timur menolak tawaran status khusus dengan otonomi luas.

Inilah alasan BJ Habibie memilih melepaskan Timor Leste.

Baca Juga: NasDem Berikan Jaminan Kesehatan ke Pengurus Partai

Pada Januari 1999, presiden baru Indonesia, BJ Habibie, mengumumkan bahwa Timor Lorosa'e dapat memiliki otonomi luas atau pemisahan cepat dari Indonesia.

Pada awal Mei, CIA menambahkan penilaiannya bahwa rencana Habibie untuk Timor Timur mendapat sedikit dukungan dari kalangan militer senior, termasuk Wiranto.

Para pejabat Amerika jelas menyadari TNI mendukung milisi, tetapi desakan diplomatik tidak berpengaruh.

Bulan berikutnya, ketika misi PBB di Timor Timur (Unamet) bersiap untuk ditempatkan gun mengawasi referendum, juru bicara PBB secara terbuka mengkritik penanganan Indonesia atas Timor Timur.

Halaman:

Editor: Bojes Seran

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah