Jejak Bupati Dadang Supriatna, Dari Masa Kecilnya Hingga Menjadi Bupati Bandung

- 9 Maret 2022, 14:29 WIB
Pemkab Bandung prioritaskan pembenahan infrastruktur. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna dalam acara Klarifikasi bersama Forum Pemimpin Redaksi  Pikiran Rakyat Media Network (PRMN)
Pemkab Bandung prioritaskan pembenahan infrastruktur. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna dalam acara Klarifikasi bersama Forum Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) //PRMN

VOX TIMOR - Melalui program klarifikasi dari Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) yang diikuti ratusan media di bawah manajemen PRMN, Dadang Supriatna bercerita masa kecilnya hingga menjadi Bupati Bandung.

Jejak politik Dadang Supriatna hingga menjadi Bupati Bandung saat ini dilaluinya dengan penuh liku dan perjalanan panjang.

Menariknya, ada kisah inspiratif dari perjalanan sang anak bata merah yang kini menjabat Bupati Bandung.

Baca Juga: Menteri Trenggono Klaim Utamakan Nelayan Lokal Mewujudkan Indonesia Sentris

Dadang Supriatna mengatakan, bahwa masa kecilnya dihabiskan di kampung halamannya.

Sejak kecil, dirinya selalu membantu usaha dan ikhtiar yang dijalankan orang tuanya. Sejak duduk di bangku SD hingga SMP, Ia giat membantu usaha orang tuanya.

"Waktu itu, ayah saya punya usaha bata merah," ujarnya.

Dari 7000 bata merah, lanjut Dadang Supriatna, hasil penjualan dikurangi modal usaha, sisanya baru dibagi dua dengan kakaknya.

Baca Juga: Menteri Trenggono Klaim Utamakan Nelayan Lokal Mewujudkan Indonesia Sentris

Dari rutinitas tersebut, Dadang Supriatna mulai terbiasa mengatur waktu dengan skema mulai pukul 05.00 Ia membantu orang tuanya di usaha bata merah. Selanjutnya, pada pukul 07.00 Ia membantu sang kakak yang menjalani usaha kontraktor.

Selanjutnya, saat duduk di bangku sekolah kejujuran (STM), Dadang Supriatna dibekali modal 7000 bata merah untuk dikelola atau jadi usaha yang dilakoninya saat itu.

"Saya membantu kakak saya. Karena kakak seorang kontraktor, jadi saya juga ikut membantu kondisi di lokasi proyek. Disamping itu, saya juga keliling perusahaan menawarkan suplay bata merah untuk kebutuhan proyek," ungkap Bupati Bandung.

Baca Juga: Angelina Sondakh Minta Maaf Putuskan Berhijab, Sang Ayah: Tuhan Yesus Mengasihi Saya

Usai dari proyek, pada pukul 12.00, Dadang Supriatna berangkat sekolah dan balik dari sekolah pada pukul 19.00 lalu tidur pada pukul 01.00.

Penghasilan tersebut dibagi, Rp150 ribu diberikan kepada ibunya dan Rp350 ribu untuk dirinya.

Diakumulasi dalam sebulan, penghasilan yang diperoleh dari rutinitasnya sebanyak Rp2 juta.

Alhasil, dari kegiatan yang dilakukan, Dadang Supriatna mendapatkan penghasilan Rp500 ribu per minggu.

Baca Juga: Jakarta Turun ke PPKM Level 2, Pemprov DKI Belum Putuskan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Usai lulus STM, Dadang Supriatna memutuskan untuk tidak lanjut ke perguruan tinggi, dan memilih melanjutkan usahanya.

Pada 1993, Dadang Supriatna akhirnya memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang kontraktor. Kemudian, pada 1995 dirinya gabung bersama kakanya menjalankan perusahaan kontraktor dengan posisi dirinya sebagai Direktur Utama.

"Dan dari 1995, sampai sekarang perusahaan saya masih jalan. Kegiatan usaha rutin itu tidak berhenti. Alhamdulillah, saya juga punya beberapa usaha , karena sekarang saya sudah jadi Bupati, jadi pengelolaannya diserahkan kepada anak saya," jelasnya.

Sebelum terpilih menjadi Bupati, pengabdian kepada masyarakat sudah dilakukan Dadang Supriatna dengan menjadi Ketua RT.

Baca Juga: Jakarta Turun ke PPKM Level 2, Pemprov DKI Belum Putuskan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Selanjutnya, di usia 26 tahun, Dadang Supriatna terjun ke panggung politik dengan menjadi kepala desa selama dua periode.

Sayangnya, Dadang Supriatna tak menuntaskan jabatannya di periode kedua, karena diminta masyarakatnya untuk maju di DPRD Kabupaten Bandung dua periode juga. Selanjutnya naik kelas dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Baru setahun di DPRD Provinsi, Dadang Supriatna dicalonkan di Pilbup Kabupaten Bandung. Hasilnya, Ia terpilih dan saat ini menjabat Bupati Bandung.

Wajah Masa Depan Kabupaten Bandung

Bupati Dadang Supriatna ungkap wajah masa depan Kabupaten Bandung nantinya.

Dadang Supriatna mengakui jika Kabupaten Bandung adalah wilayah yang seksi dari segi perkembangan di masa depan.

Sebab, di masa depan Kabupaten Bandung menjadi wilayah tujuan dari daerah sekitar baik sebagai hunian, wisata, maupun perekonomian.

Baca Juga: Jakarta Turun ke PPKM Level 2, Pemprov DKI Belum Putuskan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Dadang Supriatna paham betul bagaimana mengelola Kabupaten Bandung, pasalnya, dia sudah menjadi pimpinan daerah sejak 1998.

Yakni saat pimpin teritori dari bawah ada pada tahun 1998-2006 dan 2006-2012 Ia menjabat sebagai Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Karenanya, beberapa program Kabupaten Bandung sudah disiapkan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Mulai dari infrastruktur hingga konsep penataan tata letak ruang perkotaan dan hunian di Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Canggih! Setelah Luncurkan Bus Listrik Transjakarta, Anies: Kendaraan Dinas Juga Kendaraan Listrik

"Membangun Bandung saya lakukan sedari kepala desa, infrastruktur Kabupaten Bandung, jalan sepanjang 1160 km, baru tercapai 80 persen," kata Dadang Supriatna, saat sesi Webinar zoom meet Klarifikasi bersama Forum Pimred PRMN.

Dadang menyatakan, sisa pembangunan infrastruktur jalan saat ini masih diupayakan pada pinggiran. Terutama pada wilayah perbatasan.***

Editor: Oktavianus Seldy Berek


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah