Mitos dan Kutukan Piala Dunia yang Paling Terkenal

- 18 Desember 2022, 21:06 WIB
ilustrasi trophy piala dunia
ilustrasi trophy piala dunia /bojes seran/

Mitos ini pun sudah berlaku sejak 1930. Negara yang menjadi juara Piala Dunia pasti ditangani oleh pelatih dari negaranya sendiri. Hal itu pun berlaku pada edisi lalu, yakni Piala Dunia 2018, di mana Timnas Prancis dilatih oleh Didier Deschamps.

Pada Piala Dunia 2022 sendiri, cukup banyak tim yang ditangani oleh pelatih asing. Beberapa di antaranya adalah Belgia dan Meksiko yang ditangani pelatih asing.

 
 

2. Timnas Inggris tidak akan Juara Piala Dunia lagi

 

Kutukan ini datang pada 1966. Saat itu Timnas Inggris sukses menjadi juara Piala Dunia usai mengalahkan Jerman Barat di final.

Laga sengit terjadi  sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu lantaran skor 2-2 tidak berubah hingga waktu normal pertandingan.

Di babak tambahan waktu, Inggris pun sukses mencetak dua gol tambahan sehingga memastikan diri meraih gelar juara Piala Dunia 1966.

Namun, ada kejadian kontroversial dalam kemenangan Inggris itu, di mana satu gol dari Geoff Hurst dinilai tak melewati garis gawang.

 
 

Usai laga, Jerman Barat yang merasa dirugikan pun disebut mengucap kutukan. Mereka mengutuk Inggris agar tak pernah juara Piala Dunia lagi. Sampai saat ini, Inggris pun belum pernah menjadi juara Piala Dunia lagi.

 

Dikutip dari Sportsmax.tv pada 13 November 2022, Harry Kane percaya Inggris tidak lagi takut untuk mengakui bahwa mereka dapat memenangkan Piala Dunia, di mana menurutnya penampilan buruk The Three Lions mungkin menguntungkan mereka.

Sisi Gareth Southgate mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan kalah adu penalti dari Italia dalam pameran Euro 2020 yang merupakan final besar pertama Inggris dalam 55 tahun.

Halaman:

Editor: Bojes Seran

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah