Warga Ditembak Tim Buser Belu, PP PMKRI Mendesak Polda NTT Memberi Atensi Khusus

- 28 September 2022, 12:22 WIB
PP PMKRI bidang Lembaga Kajian Dan Litbang Juventus G. Petra Seran
PP PMKRI bidang Lembaga Kajian Dan Litbang Juventus G. Petra Seran /

VOX TIMOR - Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas Melalui Lembaga Kajian Dan Litbang Juventus G. Petra Seran mendesak Polda NTT agar memberi atensi khusus kepada Kapolres Belu AKBP Yoseph Krisbiyanto atas penembakan yang dilakukan oleh anggotanya terhadap salah satu warga Kabupaten Belu.

Sesuai informasi yang diterima NDL alias Gerson warga Dusun Lalosuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur kabupaten Belu, NTT tewas ditembak oleh anggota Buser Polres Belu pada Selasa pagi 27 September 2022.

NDL ditembak oleh anggota Buser Polres Belu di Dusun Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimamuk saat tim Buser Polres Belu melakukan penangkapan terhadap NDL yang sebelumnya terlibat dalam kasus penganiayaan.

Baca Juga: Polisi Tembak Polisi di Jakarta, Bersambung ke Polisi Tembak Masyarakat di NTT

Ketika ia kabur polisi terus mengejarnya dan korban berusaha meloloskan diri dan berlari menuju arah tebing sehingga saat anggota mau melumpuhkannya dengan menembaki kakinya, peluruh mengenai punggung korban dan meninggal dunia.

Sesuai kronologi singkat di atas Juventus Petra mendesak Polda NTT Memberi Atensi khusus terhadap persoalan ini atas tindakan oknum polisi tersebut.Karena sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku dan ketidak profisional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang anggota polisi. Dan senjata api hanya boleh dipergunakan dalam keadaan saat membela diri dari ancaman luka berat atau kematian dan mencegah terjadinya kejahatan berat.

"Selain itu dengan melakukan tembakan peringatan terlebih dahulu sebanyak 3 kali dan setelah itu jika harus menembak ke arah tersangka maka tujuannya adalah untuk melumpuhkan bukan untuk membunuh, karena itulah sasarannya adalah paha atau kaki bukan di bagian tubuh yang mematikan seperti di dada," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Belu Tewas Ditembak Oknum Polisi, Advokat Benyamin Seran: Proses Hukum Harus Dijalankan

Lanjutnya, dan eksekusi mati hanya bisa dilakukan oleh regu penembak yang ditentukan oleh undang-undang dan hanya bisa dilaksanakan setelah ada putusan pidana mati yang berkekuatan hukum tetap.

Halaman:

Editor: Oktavianus Seldy Berek


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah