Bejad! Siswi Berumur 10 Tahun Diperkosa Kepala Sekolah dan Ayah Kandungnya

- 12 September 2022, 15:57 WIB
Suami Ngamuk Usai Istri yang Bekerja di Kawan Lama Group, Jadi Korban Pelecehan Seksual di Grup WA Kantor
Suami Ngamuk Usai Istri yang Bekerja di Kawan Lama Group, Jadi Korban Pelecehan Seksual di Grup WA Kantor /Pixabay/Anemoli123

VOX TIMOR - Kasus siswi SD di Medan yang diduga diperkosa oleh kepala sekolah (Kepsek) hingga tukang sapu, akhir terungkap.

Anak berusia 10 tahun itu ternyata sebelumnya juga korban pemerkosaan ayah kandungnya.

Kejadian itu terjadi di awal tahun 2021. Dan, ayah korban telah divonis penjara 15 tahun pada Agustus 2021.

Baca Juga: Viral Parkir Sembarangan, Mahfud Meminta Kepolisian Mengusut Pria yang Mengaku Polisi di Video Tersebut

 

Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi.

“Iya betul (sebelumnya korban pemerkosaan ayah kandungnya). Kasusnya sudah vonis pengadilan,” sebut Hadi, kepada wartawan, Senin 12 September 2022 sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.

Untuk kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan kepala sekolah, kepala tata usaha dan tukang sapu sekolah, disebutkan Hadi masih dalam proses penyelidikan.

Saat ini, hasil visum terhadap korban juga telah keluar, yakni terdapat dugaan luka di bagian kemaluan korban.

Baca Juga: Bjorka Bocorkan Data Rahasia Menkominfo, Bjorka : Happy Birthday Johnny Johny Yes Papa

“Ada dugaan selaput dara yang robek,” ungkap Hadi.

Hanya saja, Hadi belum menjelaskan apakah luka tersebut karena pemerkosaan ayahnya atau dugaan pemerkosaan kepala sekolah.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution juga memberikan atensinya. Dia menyebut ibu korban adalah ASN Pemko Medan dan sudah mengadukan kasus tersebut.

“Sudah dua kali bertemu saya langsung kebetulan ‘I’ ASN Pemko Medan,” sebutnya akhir pekan lalu.

Baca Juga: ETMC 202: Apapun Skenarionya, Suporter Yakin PS Malaka Menang Sore Ini, Bupati Siapkan Bonus

Bobby menjelaskan jika terbukti kepala sekolah itu adalah pelaku maka akan dipecat segera.

“Kalau sekolah negeri, pasti (kepsek) dipecat. Kalau swasta akan ditindak administrasi bukan hanya rekomendasi dipecat tapi juga sistem manajemen sekolahnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, kasus pemerkosaan ini viral setelah ibu korban inisial I mengadu kepada pengacara kondang Hotman Paris di Kopi Joni Jakarta.

Dia datang membawa putrinya, dan berharap kasus yang menimpa putrinya diusut. Karena sudah melapor sejak 2021, namun hingga kini belum ada penetapan tersangka.

Baca Juga: Bjorka Bocorkan Data Rahasia Menkominfo, Bjorka : Happy Birthday Johnny Johny Yes Papa

I yang merupakan Ibu korban, mengaku putrinya diperkosa oleh kepsek, bagian tata usaha dan tukang sapu setelah lebih dulu diberi serbuk putih. Pemerkosaan itu terjadi di gudang sekolah.

I yang merupakan seorang ASN di Pemko Medan itu mengatakan jika putrinya sempat diceoki minuman yang telah diberi serbuk putih.

Dia mengatakan pernah menunjukkan sebuah video bentuk sabu-sabu kepada anaknya, saat itu anaknya mengatakan bahwa serbuk yang diberikan tukang sapu kepada korban persis dengan video sabu-sabu yang ditunjukkan tersebut.

Hal itu semakin membuat I merasa bahwa anaknya dicekoki narkoba.

Baca Juga: Ada Apa? Nama Kapolri Disebut Hacker Bjorka di Twiter, Kasus Ferdy Sambo Masih Menjadi Sorotan Publik

“Jadi, waktu saya nonton tv itu kan, saya bukalah video- video di YouTube , seperti ini bentuknya?, saya tanya ke anak saya, katanya iya. Berarti kemungkinan kan narkoba,” sebutnya.

I mengaku dirinya sudah sempat meminta kepada Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak agar anaknya dites urine. Saat itu, Irjen Panca pun menerima permintaan itu.

Namun, setelah diperiksa hasil tes urine anaknya dinyatakan negatif. Meski begitu, I mengaku dirinya masih belum meyakini soal hasil tes tersebut.

“Kemarin setelah jumpa Pak Presiden, saya ke pak Kapolda, pak Kapolda kasih tes BNN katanya negatif, tapi saya pun masih sangsi,” ujarnya.

Tak hanya terkait serbuk putih itu, I mengaku dirinya juga ingin memastikan pil merah yang juga diberikan kepada anaknya sebelum diduga diperkosa.

Pil merah tersebut juga dimasukkan ke botol minum anaknya sebelum akhirnya dipaksa untuk diminum.

Baca Juga: Liga Tiga NTT: PS Malaka Lolos ke 16 Besar, Jika Kalahkan Perseftim Flores Timur

“Dan pil merah itu apa,” tanya I.

Kepada JPNN Sumut, I juga menceritakan soal kronologi dugaan kasus pemerkosaan yang menimpa anaknya. I menyebut kejadian itu berawal pada Juli 2021 lalu.

Saat itu, dia meminta kepada pihak sekolah agar anaknya bisa mengikuti pelajaran daring dari sekolah.

Sebab, saat itu, proses belajar mengajar di sekolah tersebut dialihkan secara daring karena kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Liga Tiga NTT: PS Malaka Lolos ke 16 Besar, Jika Kalahkan Perseftim Flores Timur

Saat itu, I mengaku tidak bisa menemani anaknya untuk belajar dari rumah karena dirinya harus bekerja sebagai seorang ASN.

Apalagi, saat itu, dia menjadi orang tua tunggal seusai suaminya dipenjara karena kasus pemerkosaan terhadap anak kandungannya sendiri.

Oleh karena itu, I kemudian meminta kepada pihak sekolah agar anaknya bisa belajar dari sekolah.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Frederico Da Costa


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah