Kader Partai Golkar Kena OTT Lagi, Golkar Siapkan Bantuan Hukum untuk Rahmat Effendi Walikota Bekasi

- 6 Januari 2022, 10:56 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) berjalan menuju ruang pemeriksaan usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/1/2022). Tim Satgas KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan pihak lainnya serta mengamankan barang bukti sejumlah uang. ANTARA FOTO/Adam Bariq/wpa/wsj.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) berjalan menuju ruang pemeriksaan usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/1/2022). Tim Satgas KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan pihak lainnya serta mengamankan barang bukti sejumlah uang. ANTARA FOTO/Adam Bariq/wpa/wsj. /ADAM BARIQ/ANTARA FOTO

VOX TIMOR - Partai Golkar masih enggan berkomentar soal kabar Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam OTT Rahmat Effendi, tim Satgas KPK menyita sejumlah barang bukti berupa sejumlah uang.

Tidak hanya itu saja, Wali Kota Bekasi itu juga terlibat dugaan korupsi lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi.

Baca Juga: Satu Lagi, DPO Teroris Ditembak Mati Oleh Satgas Operasi Madago Raya

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Rahmat Effendi yang merupakan politisi Golkar Rahmat Effendi juga ditangkap bersama 11 orang lainnya.

"Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan beberapa pihak. Sejauh ini, ada sekitar 12 orang. Di antaranya benar, Wali Kota Bekasi. Lalu, ada pula Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi dan beberapa pihak swasta," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. 

Baca Juga: Binda NTT dan Dinkes Malaka Lakukan Vaksinasi Door to Door di Tapal Batas

Rahmat Effendi adalah kader Partai Golkar yang tercatat memulai karir politiknya di Bekasi sejak tahun 1999. Sejak saat itu karirnya terus moncer hingga dua kali terpilih sebagai Wali Kota.

DPP Partai Golkar

Terkait hal ini, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar John Kenedy Azis menyampaikan bahwa Golkar masih menunggu hasil pemeriksaan KPK terhadap kadernya Rahmat Effendi.

Baca Juga: Stretching Bersama Maria Vania, Hotman Paris Sampai Rela Membayar Miliaran Rupiah

“Sampai saat ini Partai Golkar masih menunggu informasi resmi dari KPK. Kita mendukung azas praduga tak bersalah, sebelum diputuskan bersalah oleh pengadilan,” kata John kepada wartawan di Jakarta, Kamis 6 Januari 2022.

Golkar tidak akan mentolelir jika kader terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Atas kejadian ini, lanjut Kenedy Azis, Golkar mengingatkan agar seluruh kader baik yang berada di dalam pemerintahan maupun yang menjadi anggota legislatif selalu berhati-hati agar tidak terjebak melakukan tindakan melanggar hukum.

Baca Juga: Zodiak Cinta 4 Januari 2022: Cancer Dukung Dirinya, Aquarius Menyadari Posisi Cinta

“Khusus untuk Walikota Bekasi, DPP PG akan terus memonitor perkembangannya dan proses hukum yang berjalan. Juga siap memberikan pendampingan hukum, jika diminta

Profil Rahmat Effendi

Rahmat Effendi tercatat memulai karir politiknya di Bekasi sejak tahun 1999. Sejak saat itu karirnya terus moncer hingga dua kali terpilih sebagai Wali Kota.

Mengutip informasi di website resmi Kota Bekasi, Pepen terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi 1999 – 2004. Karir Pepen lalu meningkat dengan menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi 2004–2008.

Baca Juga: Hati-Hati, Ada yang Disembunyikan Pasanganmu, Zodiak Kamis 6 Januari 2022

Pepen kemudian menjajal peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai wakil wali kota Bekasi pada 2008, berpasangan dengan Mochtar Mohammad sebagai calon wali kota. Keduanya pun memenangkan pilkada dan memimpin kota Bekasi.

Namun pada 2011 Mochtar Mohammad tersandung kasus korupsi. Pepen pun mengisi posisi Mochtar dan menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota.

Selanjutnya Pepen terus memimpin kota Bekasi setelah dua kali terpilih sebagai Wali Kota, yakni pada periode 2013-2018 dan 2018-2023.

Baca Juga: Masyarakat Nyalakan 2000 Lilin, Doa Peringati 40 Hari kematian Astrid dan Lael

Pria kelahiran Bekasi, 3 Februari 1964 ini merupakan politisi Partai Golkar. Ia kini menjabat sebagai Ketua DPP di partai berlambang pohon beringin itu.***

Editor: Oktavianus Seldy Berek


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah