Petugas APMS dan Pengecer Dinilai Kongkalikong Raup Keuntungan Dari BBM Subsidi, Warga Minta APH Tetibkan

- 7 September 2022, 09:57 WIB
Aktivitas APMS Labarai, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka-NTT
Aktivitas APMS Labarai, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka-NTT /Fecos/Vox Timor

VOX TIMOR - Pelayanan di salah satu SPBU di kabupaten Malaka dinilai amburadul dan para petugas Agen Premium Minyak Solar (APMS) dan para pengecer kongkalikong untuk raup keuntungan dari BBM bersubsidi.

Pantauan Vox Timor di salah satu Pertamina yang terletak di Labarai, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, pasca kenaikan harga BBM beberapa hari lalu, hari ini, Rabu,7 September 2022, aktivitas cukup ramai disekitaran APMS ini.

Aktivitas ramai dikarenakan banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang sedang antri untuk mengisi BBM. Sayangnya kendaraan baik roda empat maupun roda dua ini, kebanyakan digunakan para pengecer yang rela mengantri untuk mengisi BBM yang kemudian akan di pindahkan kembali ke jerigen untuk kemudian di jual dengan harga sebesar Rp 15.000 per liter.

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya dan Ferdy Sambo Berpelukan, Fadil Imran: Saya Berikan Support Adik

Dugaan Kongkalikong ini berdasarkan pantauan Vox Timor, para pengecer yang mengisi bensin di kendaraan roda dua ini akan dipotong biaya sebesar Rp 5.000 per tangki motor. Sehingga dalam sehari jika terdapat 100 orang pengecer yang mengisi BBM maka petugas AMPS akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 500. 000 per hari diluar gaji dan para pengecer akan mendapat keuntungan lebih karena harga jual per liter saat ini mencapai Rp 15.000 per liter.

Para pengecer ini kebanyakan menggunakan motor yang kapasitas tangkinya bisa menampung hingga 15-20 liter, seperti motor Thunder, Vixion, CBR, atau bahkan motor yang tangkinya sudah di formak sehingga daya tampungnya cukup banyak.

Baca Juga: Skandal di Magelang: Om Kuat Maruf Sekamar Dengan Nyonya Sambo

Pantauan Vox Timor, tidak ada pihak keamanan yang ada di lokasi APMS untuk menertibkan para pengecer pasca kenaikan harga BBM, hingga berita ini di turunkan.

Masih dalam pantauan, petugas APMS juga lakukan pemotongan bervariasi mulai dari 10-15 rupiah per tangki, jika para pengisi BBM tidak melihat dengan teliti.

Halaman:

Editor: Frederico Da Costa


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah