Jalan Rusak Parah, Warga Reok Barat Berharap Ada Kabar Gembira di Tahun 2023

- 26 Desember 2022, 11:09 WIB
Kondisi jalan yang menghubungkan Kab. Manggarai dan Manggarai Barat di Pering, Desa Rura, Kec. Reok Barat
Kondisi jalan yang menghubungkan Kab. Manggarai dan Manggarai Barat di Pering, Desa Rura, Kec. Reok Barat /Foto:Voxtimor.com/

VOX TIMOR-Kondisi jalur Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat tepat di Dusun Pering, Desa Rura, Kecamatan Reok Barat sulit dilalui kendaraan.

Jalur yang menjadi lalu lintas perekonomian bagi masyarakat Reok Barat ini tak kunjung diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi NTT, sehingga warga setempat mengalami kesulitan saat melintasi.

Dengan kondisi yang memprihatinkan, Alosius salah satu warga Dusun Pering berharap ada kabar gembira di tahun 2023 untuk perbaikan jalan.

"Kami berharap ada kabar gembira di tahun 2023 yang mendatang. Sebagaimana yang disampaikan Wagub dalam pemberitaan sebelumnya, yakni tahun 2023 mereka fokus tuntaskan jalan Provinsi," kata Alosius kepada awak media saat berada di lokasi, Senin 26 Desember 2022.

Alosius pun menyampaikan, setiap hari Sabtu warga bergotong royong memperbaiki jalan rusak di beberapa titik. Namun, ada titik tertentu yang sulit diperbaiki karena kerusakannya sangat parah.

"Setiap hari Sabtu kami bergotong royong memperbaiki jalan rusak. Namun, ada di beberapa titik yang sulit kami perbaiki karena kerusakannya sangat parah, seperti titik yang digenangi air hujan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dengan kondisi jalan yang seperti ini harapannya pemerintah segera memperbaiki jalan karena kondisinya sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. 

"Dengan kondisi jalan yang seperti ini, harapannya pemerintah segera memperbaiki jalan karena kondisinya membahayakan pengguna jalan,"pungkas Alosius.

Sementara itu, Andri salah satu pengendara roda dua yang melintasi jalan itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Provinsi NTT.

"Kalau jalannya bagus, pasti dari Pering ke Reo hanya membutuhkan waktu belasan menit saja, tetapi dengan kondisi jalan seperti ini terpaksa harus membutuhkan waktu berjam-jam. Mungkin Pemerintah Provinsi buta melihat realitas yang terjadi di Masyarakat," ungkap Andri di lokasi jalan yang rusak parah itu. 

Ia menambahkan, semoga perbaikan jalan dikerjakan di tahun 2023 yang mendatang dan tidak ditunda lagi ke tahun 2024.

"Semoga perbaikan jalan dikerjakan di tahun 2023 yang mendatang dan tidak ditunda lagi ke tahun 2024," tutupnya.

Untuk diketahui, banyak kendaraan roda dua yang mogok karena terendam air. Warga atau pengguna jalan terpaksa mendorong motornya dengan jarak lokasi dengan bengkel yang cukup jauh.***



















 

Editor: Alfando Satrio


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah