Puji Keindahan Pemukiman Banjir Bandang Tanah Merah, Satgas PUPR : Kalau di Jakarta Mungkin Sudah Rebutan

- 12 April 2022, 08:05 WIB
Ketua Satgas PUPR, Widiarto menunjuk ke arah gunung api Ile Lewololok saat memberikan sambutan penyerahan kunci rumah bagi penyintas banjir bandang di pemukiman Tanah Merah, Kabupaten Lembata.
Ketua Satgas PUPR, Widiarto menunjuk ke arah gunung api Ile Lewololok saat memberikan sambutan penyerahan kunci rumah bagi penyintas banjir bandang di pemukiman Tanah Merah, Kabupaten Lembata. /Anang Fauzi/Vox Timor

VOX TIMOR – Satgas Kementerian PUPR untuk pembangunan kawasan pemukiman bagi penyintas banjir bandang di Lembata dan Flores Timur, Widiarto, memuji keindahan pemukiman penyintas banjir bandang yang berada di Tanah Merah, Kabupaten Lembata.

Dia mengatakan, letak pemukiman yang berada di wilayah perbukitan cukup menarik perhatian warga.

 “Kalau di sini saya kira lokasinya sangat indah. Di depan ada gunung, di samping ada laut. Jadi kalau di Jakarta ini mungkin sudah rebutan pak,” ujar Widiarto saat menyerahkan kunci rumah secara simbolis bagi para penyintas banjir bandang di Tanah Merah, Kabupaten Lembata, Jumat, 8 April 2022.

Baca Juga: Upaya Walhi NTT Hijaukan Pemukiman Penyintas Banjir Bandang di Tanah Merah

Kawasan pemukiman yang dibangun PT Adhi Karya ini juga memiliki view yang sangat indah. Di sebelah timur pemukiman terdapat gunung api Ile Lewotolok yang hampir setiap saat menyemburkan kepulan asap saat terjadi erupsi skala kecil.

Baca Juga: 70 Ribuan Guru PNS Pensiun Tahun Ini, Peserta PPG Hanya 30 Ribu

Di bagian timur pemukiman ini ada gunung Ile Boleng yang menjulang tinggi. Setiap orang yang berkunjung ke pemukiman ini akan mendapatkan kesempatan menyaksikan keindahan sunset tepat di selat Solor pada sore hari.

Baca Juga: Pendemo Sempat Maki Ade Armando, Sebelum Dikeroyok di Kawasan Gedung DPR RI

Kementerian PUPR melalui PT Adhi Karya telah membangun tiga tujuh ratus unit rumah instan sederhana sehat (RISHA) untuk penyintas banjir bandang di Kabupaten Lembata yakni di Waisesa sebanyak 173 unit, Tanah Merah 294 unit dan Podu 233 unit.

Widiarto berharap agar para penyintas dapat merawat rumah dan kompleks pemukiman ini dengan baik. Satu di antara beberapa upaya yang bisa dilakukan warga penghuni adalah dengan penghijauan.

"Kami titip apa yang sudah kami bangun ini dapat dikelola, dipelihara untuk menjadi tidak hanya rumah tetapi menjadi tempat tinggal yang nyaman, yang asri. Makanya ini kami titip nanti penghijauan, pengelolaan sampah," kata Widiarto. ***

 

 

Editor: Anang Fauzi


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah